Pages

Kamis, 04 Juni 2015

Bekasi Punya Pantai, lho.

2 komentar
Bekasi, siapa yang nggak tau Bekasi? Daerah yang sempat naik daun karena lelucon (meme) bagi netizen beberapa waktu belakangan. Bekasi merupakan kota Industri dan juga kota dengan hamparan Mal yang nggak kalah sama kota metropolitan Jakarta. Terlepas dari kesemerawutan itu semua, apakah kamu tau kalau Bekasi ternyata punya lokasi yang berbeda dari biasanya? atau kita bisa bilang sisi lain Bekasi yang mungkin belum kita ketahui.

Dari begitu banyak sisi lain Bekasi. Saya mau berbagi cerita tentang perjalanan saya bersama rekan saya berpetualang mencari Pantai yang konon katanya berlokasi di pangkal ujung Kabupaten Bekasi yaitu Pantai Muara Beting. Pantai tersebut terletak di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat. Kenapa saya bilang berpetualang bukan liburan? Karena perjalanan ini ‘sesuatu’ buat saya.

Berawal dari rasa penasaran akan pantai ini. Saya dan rekan saya mencari informasi sebanyak-banyaknya dari Google dan Instagram tentang Pantai Muara Beting. Ternyata banyak juga orang sudah mengunjungi pantai yang terletak di ujung Bekasi tersebut. Dengan modal nekat, persiapan dan doa pastinya kami mulai perjalanan kami pada hari Senin, 1 Juni 2015 sekitar pukul 11 dari arah Stasiun Bekasi. Kami menyusuri jalan menggunakan motor dengan bantuan GPS sebagai petunjuk arah.

Untuk awalan, jangan lupa mengisi bensin Full! Karena diperjalanan bakal sulit menemui Pom Bensin. Dan selanjutnya bisa mengatur GPS dengan awalan lokasi dan berakhir di Muara Gembong. Nggak terlalu sulit menelusuri jalan kalau berpegang pada GPS hanya perlu mengukiti arah GPS tersebut. Waktu yang ditempuh sekitar 2,5 jam sampai 3,5 jam. Kami melewati daerah seperti Babelan, Babakan Raya, Jayasakti dan terakhir Muara Gembong. Dari padat pemukiman dan ruko-ruko dan sampai akhirnya masuk ke daerah yang masih dipenuhi sawah. 

Di sekitar jalan menuju Babelan kalau nggak salah, saya melihat dari jembatan 2 kapal berada di pinggir sungai. Kapal yang sudah berlumut dan di tumbuhi pohon liar membuat saya bertanya, kok ada disitu ya? 



Melanjuti lagi perjalanan yang lumayan jauh sampai di Jl. Raya Galian. Jalanan disini berada di tengah 2 sawah, dengan jalanan yang masih tanah dan terlebih habis hujan. Membuat kami harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh.


Selesai dari situ kami melewati jalan yang kok rasanya nggak ada habis-habismya. Dipinggir jalan terdapat sungai  yang memisahakan Kabupaten Bekasi dengan  Kabupaten Kerawang. Menyebrangi sungai tersebuat juga merupakan akses menuju Pantai Pakis.

Tibalah kami di Kecamatan Muara Gembong. Ketika sampai disini kami tidak mengandalkan GPS, hanya dengan bertanya-tanya kami menuju Muara Beting. Dari Kecamatan Muara Gembong di sebelah kanan jalan terdapat jembatan kayu kuning, ternyata kami harus melewati jembatan tersebut. Jembatan ini hanya bisa dilewati oleh sepeda motor dan pejalan kaki. Setelah melewati Jembatan ini kami mulai bertanya-tanya lagi menanyakan Muara Beting. Lumayan juga jarak dari jembatan menuju Muara Beting. Menelusuri pinggiran muara dan mulai terlihat kapal-kapal kecil nelayan, orang-orang membawa ikan, rumah-rumah yang hancur karena abrasi, bahkan kuburan yang sudah terkena abrasi jug.





Sampailah kami di ujung jalan dan bikin kami bertanya loh dimana pantainya?
Setelah mengobrol dengan seorang yang sedang mengumpuli batu bata dari rumah yang hancur, ternyata pantainya berada di balik rimbunan Pohon Mangrove dan menuju kesana harus menggunakan kapal. Mulai menyerah kami gimana naik kapalnya, yasudalah kami mengitari mangrove saja ditemani dua teman baru kami yaitu Indah dan Aal, mereka anak-anak yang tinggal disekitar sini.



Setelah banyak bercerita mereka bilang kalau Bapaknya memiliki kapal dan mau ke laut. Kami diajak kerumahnya dan ditawari untuk ke laut. Singkat cerita tentang mereka, ternyata mereka salah satu keluarga yang rumahnya dulu menjadi korban abrasi. Bersyukurlah kami mulai banyak komunitas yang mulai menanam mangroove disekitar laut dan mulai tereksposnya daerah sini. Semoga dengan kesadaran masyarakat dan peran pemerintah bisa membuat daerah disini menjadi lebih baik.

Mulailah kami menuju laut menggunakan perahu kecil melawati rimbunan pohon mangroove dan bibit mangroove yang baru ditanam oleh komunitas-komunitas yang mulai peduli dengan lingkungan.







Tibalah kami di pantai, tapi pantai yang kami datangi berada di tengah laut dan pantainya nggak terlalu besar. Mungkin pantai Muara Beting yang sering dikunjungi orang berbeda dengan yang saya kunjungi? Menurut Bapak yang mengantar kami disana ada pantai lagi dan pernah ada Paus terdampar dan beliau juga bercerita bahwa pantai yang kami pijaki suka berpindah-pindah juga.

Disini hanya kami, Indah, Aal dan Bapaknya. Pulai Pribadi! Pemandangannya cukup indah karena berada ditengah laut waalupun air lautnya berwarna coklat tapi tetap bikin nggak percaya kalau ini di Bekasi tentunya. Suara ombak, hamparan kerang dan ada beberapa ubur-ubur terdampar di bibir pantai rasanya membayar lunas rasa penasaran dan perjalanan jauh yang menguras tenaga.








Setelah sekitar 1 jam kami dipantai, kami bergegas pulang karena sudah jam 5 sore mengingat perjalanan kami sungguh jauh. Pamitlah kami dengan keluarga Indah dan Aal, mereka orang yang baik dan ramah sekali. Bahagia selalu untuk mereka.

Perjalanan  pulangpun dimulai. Disepanjang perjalan membuat kami was-was karena sudah mulai gelap, minim penerangan, jalanan rusak, dan sepi. Semoga Pemerintah Bekasi mulai membenahi akses jalan dan penerangan disini, ya.

Sekian cerita saya tentang perjalanan menuju Pantai Muara Beting. Bila ada kesalahan dalam penulisan mohon maaf dan bisa di beritahu. Bagi pembaca yang berkeingin kesana ada beberapa yang harus diperhatikan. Seperti;
  1. 1.       Jangan kesini musim hujan
  2. 2.       Berangkat dari pagi agar pulangnya tidak malam karena takut berbahaya
  3. 3.       Bensin kendaraan harus penuh
  4. 4.       Baterai handphone dan gadget harus penuh atau jangan lupa membawa powerbank. Handphone juga harus memiliki GPS
  5. 5.       Bawa makan cemilan dam minum
  6. 6.       Jangan malu bertanya
  7. 7.       Dan berdoa.









Rabu, 27 Mei 2015

Review Lipstick Viva 5 dan 10

0 komentar



Hallo semuanya, saya lagi mau review lipstick nih. Oke jadi lipstick yang mau saya review itu lipstick dari brand local Viva. Belinya juga ga sengaja si sebenernya, pas lagi disuruh mama saya beli bahan kue di Toserba alias Toko Serba Ada. Pergi lah saya ke etalase kosmetik. Iseng-iseng cobain di tangan tester lipstick belaga ngerti aja. Lalu dengan percaya dirinya saya milih lipstick Viva warna pink nomor 10 sama warna merah nomor 5. Hmm warna merah sempet mikir buat apa, tapi dengan lipstick seharga 12.000 kalo ga kepake juga ga nyesek-nyesek amat. Pas sampai dirumah, *masukin lipstick kantong celana, langsung masuk kamar. biar ga diomelin abis jajan lipstick*

Menurut website Viva Cosmetics. Lipstick Viva ini punya banyak warna yaaa. Tapi yang tempat saya beli cuma menyiadakan sampai nomor 16 dan ga semuanya ada. Jadi kalo kamu mau warna lengkap bisa cari di konter Viva atau order via web Viva Cosmetics.

Okee mari kita bahas lipstick didekapan saya ini, girls….

Harga dan Kemasan
Harga yang waktu saya beli 12.000. Tergantung tempat pembelian juga ya mungkin paling mahal 15.000

Packaging lipstick ini lumayan aja. Dibilang bagus juga ga bagus-bagus amat dibilang jelek juga engga  buat lipstick seharga segini. Body warna biru dongker dengan tulisan nomor diatas tutup, dan di bagian bawah ada ingredientsnya.





Tekstur
Entah kenapa lipstick nomor 5 punya tekstur lebih bagus dibanding yang nomor 10 yang pink itu. Kalo nomor 5 mulus-mulus aja ga kaya nomor 10 geranjilan (ga halus) gitu rasanya. Apa cuma saya yang dapet tekstur nomor 10 kaya gini?





Swatch
Di swatch ditangan warna pinknya kalem banget yaa manis, cocok dan aman buat sehari-hari. Kalau yang merah real merah banget, gonjreeng.



Setelah saya coba aplikasikan dibibir seperti yang udah saya bilang sebelumnya kalo merah memiliki tekstur lebih bagus dibanding pink. Merah mengcover warna bibir dan garis bibir dengan bagus. Kalo pink udah ga halus trus kurang bagus di bibir saya. Padahal warna pink cocok ya buat sehari-hari. Oh iya  sempet baca di Forum Female Daily banyak yang suka loh ama nomor 10 ini.

Btw maaf kualitas foto swatch di bibirnya kurang bagus. Cuma ada itu dan males banget foto lagi. Maafkaaan.

nomor 5
nomor 10
Daya Tahan
Daya tahan lipstick ini saya ga bisa pastiin sih hehehe.  Pernah make yang merah tapi bukan dipake secara full ya, tapi di tap-tap tipis gitu biar ga gonjreng dan menor.  Lumayan loh tahan beberapa jam dengan cara saya di ‘tap-tap’. Lipstick merah nomor 5 ini udahannya juga ninggalin stain di tengah bibir kaya make liptint. Kalau nomor 10nya saya ga tau deh ga pernah dicoba buat harian jugaa. Feeling saya sih daya tahannya kurang ya soalnya itukan warna soft.

Lipstick Viva ini recommended buat yang mau coba-coba, cheap but great product. #CintaiProdukIndonesia

Kamis, 30 April 2015

Review Etude House Dear Darling Tint #Red

5 komentar
Hallo semua, apa kabar?

Saya lagi keganjenan pengen review lagi, kali ini Liptint Dear Darling yang mau saya review. Ngomong-ngomong liptint, ini liptint pertama saya lho. Hmm emang telat banget ya untuk review liptint ini, disaat orang-orang udah icip icip berbagai liptint lipstain dan macem-macemnya. Saya baru review. LoL. Gapapalah ya dari pada nggak sama sekali dan blog ini ga ada isinya hahah.

Okay girls, jadi Dear Darling Tint ini keluaran Etude House. Salah satu brand Korea yang lagi di menjamur lalu melumut dan berkerak di Indonesia kita tercinta ini. Dan tentunya artis-artis Korea yang bikin liptint semakin naik daun. Basi banget ga si omongan saya?semua orang juga tau ya. Hih. Jujur saya ga ngerti Per-artisan Korea, saya Cuma inget nama Kimbum, Junpyo ama Yuna dan parahnya saya juga lupa dia itu main film atau apaya. Ok lupain saya dan kecupuan pengetahuan tentang Korea.

Back to the topic, liptint ini punya 4 varian warna, yaitu Berry Red, Real Red, Orange dan Vampire Red. Yang mau saya bahas itu nomor 2 yang Real Red. Alasan saya beli itu saya suka aja gitu warna merah bikin seger dan bikin ga kusam. Kalo mau natural tinggal dipake sedikit^^ bisa hemat. Pas itu tertarik juga sama yang Berry Red tapi lagi itu sedang kosong dan saya ga sabaran kalo disuruh PO. Sudahlah.


Untuk harga saya beli 55.000 di OS Instagram. Setiap penjual berbeda lho ya harganya, tapi under 70k kok untuk liptint ini kayaknya. Kecuali kalo kamu belinya di Counter Etude House dipastikan lebih mahal. Ya kita tau harga lebih mahal di counter karena harus membayar sewa tempat, gaji karyawan, mungkin pajak dan lain sebagainya.

Packaging
Materialnya terbuat dari apaya entah itu kaca atau plastic tebal gitu jadi anti pecah. Saya pernah ga sengaja nyenggol dari meja, jatoh dan beneran ga pecah kok. Untuk desainnya sih masih kalah sama produk etude lainnya yang gemashin dan cewek manis banget. Tapi not bad lah, ini masih oke.


Liptint ini bertekstur gel jadi anti tumpah. Liat deh saya tebalikin ga tumpah sama sekali lho. Isinya juga lumayan banyak, saya aja gatau ini abisnya kapan. Soalnya ga tiap hari juga si dipakenya. Aplikatornya juga enak dipake ga menyulitkan saat penggunaan. Liptint ini beraroma cherry, buat yang sensitive sama kosmetik berbau mungkin ini kayaknya ga cocok. Tapi untuk saya ini ga mengganggu kok selama ga kejilat iyewiuh aromanya ga se enaknya rasanya, pait bok.



Swatch

Sepertinya namanya Real Red. Liptint ini beneran merah tanpa ada unsur warna apapun. Bisa dijadikan Bold menggunakan aplikatornya. Kalo mau tipis dan terlihat natural bisa pake jari aja. Sesuai selera dan kebutuhan aja. Kalau saya untuk keseharian kuliah lebih yang natural gitu. 



Ini warna setelah di aplikasikan di bibir saya secara tebal.


Diaplikasikan secara tipis.



Kesimpulan
Liptint ini bertahan 3-4 jam dibibir saya tanpa makan berat dan minum. Kalo dipake makan berat dipastikan luntur ya apalagi kalo abis makan di lap make tissue. Ya siap-siap touch up lagi. Liptint ini gabikin kering di bibir tapi sebelumnya harus menggunakan lip balm ya. Setelah aplikasikan lipbalm jangan langsung aplikasikan liptint, tunggu beberapa saat agar menyerap atau bisa di blot make tissue kalau buru-buru, baru deh aplikasikan liptint. 

Sayangnya di bibir saya lip tint ini agak sulit untuk diaplikasikan di bibir atas huhu gatau kenapa deh butuh sabar sedikit agar warnanya nempel sempurna. Tapi gamasalah kok untuk harga 55ribu Dear Darling Tint ini cukup recommended buat yang mau coba. Sejauh ini saya puas dengan liptint ini. Kasih 4 bintang deh dari 5 bintang^^

Beli lagi gak ya?
Hm biarpun saya puas tapi kayaknya saya ga mau beli lagi deh. Kepengen Fresh Cherry Tint dan Lip Ice Tint Balm, keduanya dari Etude juga. Huuah ngiler, tapi saya harus kuat dan nunggu ini abis dulu biar ga mubazir *semoga kuat* Mari kita belajar bijak dalam membelanjakan barang dan menggunakan barang yang kita belanjakan!LoL.

Selasa, 21 April 2015

Review Wardah Longlasting Lipstick Nomor 02 #Pink Sorbet

4 komentar
Hallo^^

Kali ini saya mau review Lipstick Wardah longlasing yang lagi disukain banyak orang itu bok. Sebelumnya saya emang jarang make lipstick maklum masih belia:p Paling kadang-kadang kalo lagi pengen saya make lipstick Revlon yang warnanya nude (kapan-kapan saya review) atau icip-icip lipstick mama saya. Tapi keseringan make lip ice atau pixy lip conditioner yang pernah saya review disini buat hari-hari kuliah, suka yang ringan-ringan gitu.

Saya sering baca review lipstick wardah ini di blog-blog beauty blogger udah menjamur. Tadinya biasa aja, tapi iba-tiba saya teracuni! ngebet deh saya pengen beli kaya cacing kepanasan. Ada 2 pilihan yang saya mau beli. Kalo ga nomor 4 ya nomor 2 ini. Masih cari warna yang aman untuk dipake keseharian. Eh nomor 4nya kosong yaudah nomor 2 juga gapapa. Lalu tak pake lama saya eksekusi lipstick wardah ini. Mbaaak bayarrr........

Harga
40.000 saja di toko kosmetik dekat rumah~

Kemasan
 Bisa dilihat ya kardus pembungkus lipsticknya berwarna abu-abu dengan penjelasannya tentang lipstick tersebut.



 Warna kemasan lipstick ini silver dengan tulisan Wardah. Simple dan Elegan. Bentuknya ulir kecil dan panjang. Cocok untuk diselipin di makeup pounch, gamakan tempat. Tapi kecil bentuknya, dikit isinya ya huhu *gamau rugi*


Setelah baca pengalaman orang-orang kalo lipstick ini mudah patah. Saya dikit aja kalo keluarinnya, takut patah juga. Kan sayang. huhuh. Disini warnanya pink ya agak tua tapi setelah di bibir ko jadinya peach agak nude gitu.

Swatch


Errrr seret ya ngebaurin lipstick ini. setelah di swatch warnaya sedikit pucat ya, tapi kadang suka saya timpa lg pake lipstick merah sedikit sajaaa, abis kadang kalo dilihat lagi ko malah terlihat pucat. Cocok banget buat yang udah mulai ganjen mau make lipstick tapi agak-agak mager tapi kepengen tapi gimana ya, nahlo(?)

Yang saya suka dari lipstick ini ga bikin bibir saya kering biarpun lipstick ini matte. Gakaya saya waktu make lipstick Revlon. beuh kering parah.

Soal ketahanan lipstick ini beneran longlasting kalo ga dipake makan. Tapi kalo udah dipake buat makan, apalagi kalo lagi laper. Langsung grak-bubar-jalan.

Repruchase?yes, warna lain^^

Review Pixy Lip Color Conditioner Orange

0 komentar
Hallooo yang teristimewa

Sudah lamaaa tak bersua. Iseng-iseng ah bikin review seperti yang sudah-sudah biar kaya beauty-beauty blogger. Siapa tau bisa jadi beauty beneran hihi. Siapa disini wanita indonesia yang gatau Pixy?Hm yang gatau main-mainlah ke konter kosmetik lokal^^ Kali ini saya mau review Pixy Lip Color Conditioner Orange.Sebenernya saya agak males review yang nampilin wajah saya. Suka malu, saya ga pede huhu. Tapi gapapalah sekali-kali cobain.

Lagi itu saya beli iseng-iseng aja gara-gara liat testernya di toko kosmetik. Pixy ini punya 3 warna. Red, Orange dan Pink. Tapi warna yang menarik hati Orange dan Red, ga pake minta saran BA saya langsung comot dengan rasa percaya diri. Hiah.

Sesampainya dirumah saya cobain dan langsung cinta ama si Pixy ini. Sampe-sampe saya sering banget make ini buat sehari-hari, warnanya natural sekali deh pokoknya cantik cucok seger pas.

Tak usah lama cangcingcong mari saya akan jabarkan si Pixy ini.

Harga
Under 25.000

Kemasan
Hmm kemasan Pixy ini berwarna Pink ganiat bisa dibilang Pink kusam. Terlihat cheap lah pokoknya buat saya. Bahkan tulisan Pixy di tutupnya sudah hilang tergerus jaman hiks. Tapiii ingat dont judge product by packaging, girls! Tapi andaikan Pixy mau ubah packagingnya biar unyu macam bedak dan bb creamnya *masih berharap*. ihiy!


Ini isi dari si Pixy. Lihat bagian dalamnya sudah lecet-lecet gituuu. Perasaan saya ga terlalu anarkis kalo menggunakan. Mungkin si packaging Pixy ini sudah lelah-_- Warna si Pixy ini emang merah gonjreng banget ya, tapi jangan takut dia transparan dan manis sekali warnanya^^

Swatch
Tuuuh lihat warnanya setelah di swatch di tangan, bagus yaaa. Jatohnya jadi warna pink gitu, manis kaya saya.


Pas pertama dipake bibir udah kaya lipgloss ada kaya minyak-minyak kilau gitu, tapi ga lebay si. Setelah beberapa saat kilaunya hilang, warnanya malah tambah bagus natural sekali.

Tolong fokus diwarnanya, abaikan bibir tebal saya:(

Bare Lips

Indoor

Outdoor

 Kekurangan

  • Packingnya kurang bagus
  • Warnanya tidak tahan lama
  • Harus  dipakai ulang
Kelebihan
  • Harganya murah
  • Warnanya cantik, natural banget
Beli lagi? Iyaaa tentuu mau beli warna merahnya^^



Rabu, 25 Maret 2015

Review Acnes UV Tint

9 komentar
Hai^^

Hari ini saya lagi kepengen gitu nulis blog. Sayang blog baru saya ga pernah ada postingan baru huhuhu. Awalnya bingung mau nulis apa, ga jago merangkai kata untuk jadi cerita. Ujungnya kepikiran review produk lagi deh dari pada ga ada bahan untuk posting. Okay, girls. Kali ini saya mau review sunblock cheap but great product untuk saya. Acnes UV Tint seperti judulnya.

Saya baru beli Acnes ini sekitar seminggu lalu di toko kosmetik DAN+DAN pas pulang kuliah. Hmmm untuk harganya saya lupa, bon nya udah kebuang=.= pokoknya 40ribu kembali deh. Awalnya saya bingung beli Acnes atau SkinAqua ya, dua-duanya reviewnya bagus. Karna sebelumnya saya udah pernah make Acnes pas kelas 3 SMA(fyi:sekarang saya semester 4) yaudah saya memilih Acnes ini. Penasaran sih ama SkinAqua tapi agak takut coba-coba produk baru, takut berakhir B.O rrrrrrrrr T.T. Acnes UV Tint ini SPF 30 PA++. Cukuplah untuk pemakaian sehari-hari di outdorr. 

Okay mari kita mulai gosipin si Acnes ini...

Kemasan
Kemasan Acnes ini mungill, ga menuh-menuhin tempat. Lubangnya ulir dan kecil pas biar ga kebanyakan pas nuangin. Friendly untuk dibawa kemana-mana. Tutup yang hijau dan body kemasan putih. 



Kegunaan 
  • Untuk pemakaian sehari-hari
  • Merawat kulit berjerawat
  • Membantu melindungi kulit dari efek negatif sinar matahari
  • Membantu menjaga kelembaban kulit
  • Digunakan sebagai dasar make up
Cara Pakai
Kocok dahulu sebelum digunakan. Oleskan keseluruh permukaan wajah dengan lembut dan merata.

Tekstur
Tekstur Acnes ini lotion dan gampang dibaurkan diwajah. Sebelum menggunakan jangan lupa dikocok dulu kaya Tipe-x gitu trus bunyi 'klutuk-klutuk' hihih. Kalo ga dikocok yang keluar cuma cairan putih kaya air gitu. Sunblock ini seperti namanya 'UV Tint' memiliki warna dan untung masuk dikulit saya.


Kesimpulan
Setelah seminggu menggunakan sunblock ini, ah,  saya mulai jatuh cinta. Awal pemakaian terasa adem diwajah. Warnanya pun ngebaur bagus diwajah saya. Biarpun berwarna, ga nutupin bekas jerawat si, tapi ga masalah toh ini kan sunblock bukan bb cream atau foundation:p dan terpenting gabikin jerawatan!

Beberapa saat setelah pemakain bagus diwajah!glowing-glowing dewy gimana gitu hahaha gabikin wajah kusam kaya dulu saya makai Sunscreen Wardah. Minyak berlebih diwajah saya pun terkontrol dengan baik. Dengan SPF 30 PA++ oke punyalah untuk dipake keseharian. Semoga saya berjodoh dengan Acnes UV Protection ini biar ga pindah kelain hati hehehe. 

Setelah seharian menggunakan ini saya membersihkan wajah dengan bersih menggunakan milk cleanser, toner lalu cuci muka biasa. Biar ga nyumbat pori dan menyebabkan timbulnya 'alay' (baca:jerawat).

Beli lagi? Yaaaaaa tentu.

 

Camelia Intan Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template